Kesederhanaan Syifah Fatimah yang berujung juara







suarapelajar.com, Jakarta Berbagai rencana sudah disiapkan Syifa Fatimah, seiring gelar Puteri Muslimah Indonesia 2017, disematkan kepadanya. Dia ingin menggalakkan program sosial, terutama pengetahuan ilmu agam.
“Saya ingin menggalakkan program sosial, entah di pendidikan anak atau tausiah. Agar generasi muda sekarang medapat pengetahuan lebih tentang agama,” ungkap Syifa Fatimah, di Studio Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (8/5/2017).
Syifa tidak akan bertindak sendirian dalam mewujudkan rencananya itu. Dia mengaku akan mengajak seluruh finalis Puteri Muslimah Indonesia 2017, bekerjasama memuluskan rencana ini.
“Untuk mengemban tugas, saya akan mengajak teman-teman yang lain untuk bantu saya mengemban amanah ini, menjalankan program ini,” ucap Syifa
Syifa Fatimah sendiri tak menyangka dinobatkan sebagai Puteri Muslimah Indonesia 2017. Butuh usaha keras untuk bisa sampai di titik ini. Tidak lupa, doa sang ibu ikut berperan penting dalam upaya Syifa meraih mahkota Puteri Muslimah Indonesia 2017

PELITA KALTIM TINGKATKAN TOLERANSI ANTAR AGAMA

 suarapelajar.com, Samarinda Bagi sejumlah pemuda di Samarinda momen hari raya waisak  ini digunakan untuk saling toleransi dalam perayaan besar umaat beragama. Arif maulan, ketua  dari organisasi masyarakat bernama Pelita (Pemuda Lintas Agama) yang berada di bawah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengatakan dirinya dan beberapa pemuda anggota lainnya menghadiri perayaan hari raya waisak meskibukan beragama Budha. hall ini membuktikan bahwa tingkat toleransi beragama di daerah Kalimantan Timur kususnya Samarinda sangat kental. meski berbeda mereka saling menghargai untuk tetap bahu mebahu menciptakan kedamaian meski belakangan ini sering terdengar adanya isu sara yang mengatas namakan agama untuk memecah persatuan Indonesia. 

O2SN PURWOKERTO DI GELAR SEDERHANA



Suarapelajar.com PURWOKERTO – Pembukaan ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP tingkat Kabupaten Banyumas tahun 2017, digelar Kamis (30/3) kemarin. Kegiatan yang dilangsungkan di GOR Sasana Krida Raga Satria, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Banyumas, dr. Budhi Setiawan, dihadiri ribuan orang dari unsur Kepala SMP, Kepala UPK, sejumlah wasit dan official, peserta lomba serta suporter dari eks Kotip Purwokerto.

Wakil Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan berpesan agar semua atlet dapat memanfaatkan kesempatan O2SN ini dengan sebaik-baiknya untuk menggali potensi diri yang ada, bertanding dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas serta rasa kebersamaan. Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Dra Enas Hindasah melalui Kepala Seksi Pengendalian Mutu, Taufik Widjatmoko SSos M.Si mengatakan, dalam 02SN jenjang SMP tahun ini hanya dipertandingkan 5 cabang olahraga (Cabor) yaitu badminton, renang, karate, Pencak Silat dan Atletik. “Empat cabor yang dipertandingkan tahun lalu, sepak bola, catur, voli dan tenis meja tidak ada lagi tahun ini,” ujarnya. Dia menjelaskan, O2SN bertgujuan untuk meningkatkan kecakapan kolaboratif dan kooperatif, kesehatan jasmani, mutu akademis, menciptakan kondisi kompetitif secara sehat, melatih sportivitas dan tanggungjawab. Juga mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga serta meningkatkan persatuan dan kesatuan antara siswa utamanya di Kabupaten Banyumas. “Jumlah peserta untuk jenjang SMP berkisar di angka 217 peserta. Rinciannya, badminton 31 peserta, renang 48 peserta, karate 54 peserta, pencak silat 54 peserta dan atletik 30 peserta,” jelas dia. Adapun tempat pelaksanaan untuk 5 cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu bulutangkis dan karate di GOR Satria, renang di Kolam Renang Tirta Kencana, pencak silat di SMAN 1 Banyumas dan atletik dipusatkan di GOR Soesilo Soedarman, Unsoed. (yda/din)

Hendak Tawuran, Puluhan Pelajar Bersenjata Tajam Ditangkap Inilah potret kusam Pelajar Masa Kini






Suarapelajar.com, Bekasi – Kepolisian Sektor Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menangkap 26 remaja. Mereka diduga hendak melakukan tawuran. Pelajar ini tengah membawa sejumlah senjata tajam ketika ditangkap.
“Mereka kita amankan karena kedapatan membawa senjata tajam berupa dua senjata tajam pedang, tiga buah arit, embilan clurit, dan satu golok,” kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota AKP Erna Ruswing di Bekasi, seperti dilansir Antara Senin (9/1/2017)
Menurut dia, penangkapan para pemuda itu terjadi saat pihaknya menggelar patroli Cipta Kondisi bersama jajaran Koramil.
Patroli itu melibatkan 112 personel gabungan dari Kepolisian Sektor Bantargebang sebanyak 40 personel, Polrestro Bekasi Kota 60 personel dan Koramil 12 personel.
Petugas berkendara motor itu menyisir sejumlah kawasan rawan seperti Jalan Raya Siliwangi hingga perbatasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Perumahan Vida, dan sejumlah kawasan di Kecamatan Bantargebang.
“Kita sisir juga Jalan Bantargebang-Setu, Perumahan Royal Park, Perumahan Dukuh Zamrud, Perumahan Bekasi Timur Regensi, Strongpoin di Perbatasan Bantargebang-Setu,” ujar Erna.
Hasilnya, anggota mengamankan 26 remaja yang diduga akan malakukan tawuran.
Namun demikian, pihaknya hanya melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para pemuda tersebut dengan membuat surat pernyataan untuk diketahui orangtua.
“Untuk senjata tajam langsung kami sita sebagai barang bukti,” ucap Erna.
Dia mengatakan, pemuda tersebut diketahui tengah menyasar sejumlah pelajar lainnya yang selama ini dianggap sebagai musuh mereka.
“Semuanya rata-rata remaja yang masih berstatus pelajar. Untuk itu kita lakukan pendataan dan memanggil orang tua dan gurunya dari masing-masing Sekolah,” kata Erna.
Menurut dia, sejumlah warga di kecamatan tersebut selama ini resah dengan aksi tawuran pelajar yang tidak jarang menimbulkan korban.
“Laporan terkait tawuran ini dari warga setempat sudah cukup banyak, untuk itu kita respons dengan menggelar patroli ini,” ujar Erna.

21 Taruna Akpol Diperiksa Terkait Tewasnya Mohammad Adam

Suarapelajar.com, Jakarta – Sebanyak 21 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) diperiksa penyidik Polda Jawa Tengah, menyusul tewasnya Mohammad Adam, Taruna tingkat II.
“Langkah-langkah yang sudah diambil adalah memeriksa 21 orang,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/5/2017).
Menurut Setyo, pemeriksaan terhadap 21 taruna itu untuk mencari tahu kegiatan yang dilakukan sebelum tewasnya Adam. “Dari situ kita tahu ada kegiatan apa,” ucap Setyo.
Dia belum bisa mengungkapkan penyebab kematian Mohammad Adam. Yang pasti saat ini pemeriksaan masih terus dilakukan.
“Kita tunggu hasil pemeriksaannya,” kata Setyo.
Taruna Akademi Kepolisian Tingkat II Mohammad Adam, tewas di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah. Diduga taruna tersebut menjadi korban penganiayaan.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Djarod Pandakova, membenarkan peristiwa tersebut.
“Korban diduga dianiaya kakak seniornya,” kata Djarod saat dikonfirmasi Liputan6.com.
Mohammad Adam mengembuskan nafas terakhir di RS Bhayangkara Kamis dini hari tadi sekitar pukul 02.45 WIB.
“Saat ini penyidik sedang oleh TKP dan korban diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Djarod.

Ketua PB PMII temui Ketua Utama Alkhairaat

Ketua Umum PMII Aminuddin Maruf.

SUARAPELAJAR.COM, PALU — Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf menemui Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf Aljufri. Upaya ini untuk mengklarikasi pidatonya pada pembukaan Kongres XIX PMII di Palu yang ternyata menyinggung perasaan masyarakat dan adat Sulawesi Tengah.

Aminuddin menemui pimpinan tertinggi perguruan Islam terbesar di Indonesia Timur itu pada Rabu (17/5) sore, dan menjelaskan bahwa pidatonya pada pembukaan Kongres XIX yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada Selasa (15/5), terkait dengan pusat gerakan Islam radikal dan pusat menantang NKRI, sama sekali tidak bermaksud menyinggung perasaan masyarakat Sulteng, khususnya Kota Palu.

Dia mengatakan, Kongres PMII dilaksanakan di Palu, tujuannya untuk menjawab tentang Sulteng yang distigma sebagai pusat gerakan Islam radikal dan pusat menantang NKRI, terhadap daerah lain maupun terhadap dunia internasional.

Pada pertemuan tersebut, Aminuddin menerima beberapa nasihat dari Habib Saggaf terkait kearifan, kebijaksanaan dan penguatan diri. Habib juga mengemukakan salah satu syair yang maknanya yakni terkadang kuda lari cepat terjatuh karena kakinya tersandung. Usai memberikan nasihat, Habib Saggaf juga mendoakan keselamatan dan kesuksesan Kongres XIX PMII sesuai apa yang telah direncanakan.

Sebelum menemui Habib Saggaf, Aminuddin yang didampingi sejumlah senior PMII di Kota Palu, melakukan ziarah makam pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri di kompleks Perguruan Islam Alkhairaat Palu. Di tempat itu, Aminuddin membaca tahlil dan doa dipimpin Ketua Majelis Dzikir Rijalul Ansor Gerakan Pemuda Ansor Sulteng Suhban Lasawedi.

Aminuddin juga telah menemui Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola untuk menyampaikan permohonan maaf karena pidatonya menyinggung perasaan publik Sulteng khususnya masyarakat Kota Palu.

Sumber : Antara

Front Pemuda Kaili Tolak Maaf Tertutup Ketum PMII

SUARAPELAJAR.COM, PALU — Front Pemuda Kaili (FPK) Sulawesi Tengah menolak permohonan maaf Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Ma’ruf bila disampaikan secara tertutup. Ketua FPK Erwin Lamporo mengemukakan, pernyataan permohonan maaf Ketum PB PMII itu harus disampaikan secara terbuka di tempat umum.
“Tidak boleh memohon maaf secara tertutup atau di tempat privat. Tetapi harus di tempat terbuka, di tempat umum,” ungkap Erwin Lamporo, Rabu (17/5).

Politisi Partai Hanura di DPRD Sulteng itu mengatakan, bahwa Ketum PMII Aminuddin Ma’ruf tidak boleh hanya menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Sulawesi Tengah. Karena, menurut dia, pernyataan Ketum PB PMII yang disampaikan pada pembukaan kongres XIX PMII tersebut di Masjid Agung Palu, tidak hanya melukai Kepala Daerah Sulteng.

Kata dia, pernyataan Ketum PB PMII dengan menyebut “Di Tanah Tadulako ini, katanya, adalah Pusat dari gerakan radikalisme Islam. Di tanah ini, katanya, adalah pusat dari gerakan menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia,” menyinggung masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah.

“Harus memohon maaf kepada masyarakat secara terbuka. Tidak boleh disampaikan permohonan maaf secara tertutup,” tegas dia. Malah, sebut dia, Ketum PMII harus memohon maaf lewat iklan di media secara berturut turut selama seminggu, agar permohonan maaf itu benar-benar tersampaikan ke masyarakat.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola juga berharap Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminuddin Ma’ruf dapat meluruskan pernyataannya kepada masyarakat Sulteng melalui media massa. Pernyataan itu disampaikan gubernur kepada Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf bersama fungsionaris pengurus dan jajaran ikatan alumni PMII yang datang meminta maaf di rumah jabatan gubernur, Rabu (17/5) petang.

“Tolong kalau boleh jumpa pers, klarifikasi sambutan itu, seperti yang anda sampaikan bahwa tidak ada maksud untuk mendiskreditkan ulama, umat dan rakyat sulteng secara keseluruhan,” kata gubernur.

Sumber : Antara

Cerita Peserta SBMPTN 2017: Lebih susah dari Ujian Nasional

Suarapelajar.com Jakarta – Ribuan peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Indonesia (UI) telah selesai mengikuti serangkaian tes untuk masuk perguruan tinggi. Banyak cerita dari peserta soal tes SBMPTN ini.

Cerita pertama datang dari Shannaz yang mengaku mendaftar di berbagai perguruan tinggi. Dia melakukan banyak persiapan sebelum menghadapi tes SBMPTN hari ini.

“Daftar universitasnya FH UI, FH Unpad, dan Sosiologi Unpad. Persiapannya untuk menghadapi tes ini dengan belajar, ikut bimbel (bimbingan belajar) dan les privat,” ujar Shannaz usai mengikuti tes SBMPTN di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/5/2017).

Ada pula cerita dari Dita. Dita berkata dirinya juga melakukan banyak persiapan untuk menghadapi tes. “Ikut SBMPTN daftar universitasnya Komunikasi UI, Komunikasi Unsoed, Ekonomi Pembangunan UNN. Persiapannya untuk menghadapi tes dengan belajar, ikut bimbel, minta ajarin temen yang jurusannya IPS,” sebut Dita.

Sementara itu, peserta lain yang mengaku bernama Syaif, menyebut dirinya memilih jurusan Fakultas Hukum UI dan Psikologi UI. Syaif saat ini bersatus sebagai mahasiswa ITS jurusan Teknik Geofisika. Syaif ikut SBMPTN untuk mencoba peruntungan yang lain.

“Coba ikut SBMPTN lagi di tahun kedua. Alhamdulillah bisa, ada (soal) yang susah tapi dikerjakan semampunya,” ucapnya.
Sementara itu, Humas Pelaksanaan SBMPTN UI, Egia Etha Tarigan menyebut ada 11 fakultas yang dijadikan lokasi tes SBMPTN. Egia juga menyebut ada 281 ruang ujian yang digunakan oleh ribuan peserta hari ini.

“Untuk di UI terdapat 281 ruang ujian dengan jumlah total peserta ujian 7.640 orang,” jelas Egia.

Peserta SBMPTN di UI sendiri dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama untuk peserta yang berminat di sains dan teknologi (saintek) dan sisanya untuk minat sosial dan humaniora. Kloter saintek melaksanakan ujian mulai pukul 07.00 WIB, sedangkan kloter soshum sejak pukul 09.45 WIB. 
(gbr/imk) Sumberdetik.news

Antusiasme Pelajar Indonesia di Nusasvara Project 2017 Academic.

Suarapelajar.com Birmingham Rangkaian pertama dari acara Nusasvara Project telah berjalan dengan sukses pada 1 April 2017. Rangkaian acara pertama yang dimulai pada pukul 09:30 pagi waktu setempat di University of Birmingham tersebut dimulai dengan academic talk yang dihadiri oleh tiga pembicara yaitu Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, M.A. Phd. dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Nunung Nurul Hidayah selaku dosen Islamic Finance and Accountingdari Aston Business School, dan Dr. Endy Dwi Tjahjonoselaku perwakilan dari Bank Indonesia di London.

Tema yang diusung adalah kerjasama antara Inggris dan Indonesia dalam perspektif ekonomi, politik, pendidikan dan budaya pasca Brexit. Terlepas dari banyaknya ketidakpastian di masa mendatang, para pembicara berharap dengan adanya keputusan Brexit akan mempererat kerjasama strategis antar kedua negara.
Meskipun topik tersebut terbilang cukup berat, namun demikian academic talk yang dimoderatori oleh Ibu Herlina Yoka Roida selaku mahasiswi program doktoral dari Lancashire Business School tersebut sukses menarik perhatian tidak hanya mahasiswa dari Birmingham tetapi juga mahasiswa dari kota lain seperti Leicester, Nottingham, Cranfield dan Liverpool.
Seusai acara tersebut, pada pukul 12:00 siang para pembicara serta peserta academic talk segera menuju ke lapangan hijau di Birmingham tempat diadakannya Indonesia Showcase. Acara kedua  tersebut resmi dimulai oleh Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, M.A. Phd. dengan pemukulan gong sebagai ciri khas acara Indonesia serta dilanjutkan dengan pertunjukan musik angklung dan live band.
Menariknya, Indonesia Showcase dirancang tidak hanya untuk kaum pemuda dan dewasa namun juga untuk anak-anak. Hal ini dikarenakan adanya Kids Corner tempat diselenggarakannya lomba mewarnai serta fasilitas melukis wajah untuk anak-anak.
Selain itu, dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia, disediakan pula booth khusus untuk menjual suvenir khas Indonesia serta batikkarya anak bangsa yaitu “Kebaya Lence UK” yang baru-baru ini mengikuti Canada Fashion Week.
Indonesia Showcase menyuguhkan belasan vendor panganan Indonesia mulai dari makanan berat seperti nasi padang, bakso malang, sate ayam, soto mie bogor, nasi campur bali, gudeg, pempek sampai cemilan seperti kue pukis, martabak, es campur, gorengan, klepon dan es cendol. Momen ini tentunya kerap ditunggu-tunggu oleh para pengunjung sebab mereka memiliki kesempatan untuk mengobati rasa rindu terhadap tanah airnya melalui jajanan Indonesia yang terbilang langka di negeri Big Ben.

Pendidikan atau Pasar?


Penulis adalah Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia Kalimantan Timur (Fadil Hidayatul Fajri)

Suarapelajar.com, Samarinda. Dalam beberapa tahun terakhir mutu pendidikan selalu berupaya di tingkatkan melalui metode metode yang cocok dengan kultur masyarakat Indonesia. Banyak sudah pelajar Kalimantan Timur  yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Dalam hal ini kita patut berbangga hati.
Dalam slogannya pemerintah selalu mengangkat tema pendidikan berkarakter akan tetapi mungkin itu hanya slogan semata.  Pemerintah seakan melupakan atau malah sengaja tidak menghiraukan hal paling penting dalam esensi pendidikan yakni muatan pendidikan tersebut. Orientasi pendidikan semakin jauh dari makna pendidikan itu sendiri. Pelajarm sebagai subje pendidikan contohnya,  hanya menjalankan program pemerintah bukan berusaha menuntut ilmu. Realitas lain sekarang guru bukan sekedar menyampaikan materi keilmuan yang wajib mereka berikan saja. Tidak sedikit pula para pendidik yang mengejar jam mengajar hanya untuk mendapat tambahan pendapatan tiap bulannya. Padahal seharusnya tujuan pendidikan itu adalah  menciptakan manusia yang baik. Hal paling penting dalam pendidikan adalah memberikan contoh atau adab yang baik bagi para anak didik bukan hanya sekedar memberikan materi semata. 
Dikotomi pendidikan juga harus menjadi perhatian kita semua. Seolah adanya jurang pemisah antara sekolah berbasis agama dan sekolah berbasis umum maupun kejuruann.ini kan budaya sekularisme pendidikan yang diwariskan kolonilasime belanda saat menjajah Indonesia agar mental bangsa Indonesia menjadi lemah. Tapi di zaman yang sudah dikatakan merdeka ini hal tersebut masih dipertahankan. Hal tersebut sangat lucu sekali.
Paradigma sebagian  masyarakat saat ini mengenai pendidikan hanya sekedar sbagai alat untuk mendapatkan pekerjaan atau hidup yang lebih baik lagi. Budaya kapitalisme dan sekularisme pendidikan sudah sngat mengakar dalam budaya bangsa Indonesia tidak terlepas warga Kalimantan timur. Menyekolahkan anaknya jauh-jauh hanya untuk mendapatkan pekerjaan atau jabatan yang lebih tinggi lagi. Ini sangat miris sekali dimana konteks keilmuan itu sendiri sudah sangat hilang dalam kultur masyarakat kita.
Kita mengapresiasi program pemerintah wajib belajar 12 tahun ditambah di Kalimantan timur ini beasiswa penunjang pendidikan sangat melimpah mulai jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Akan tetapi kita melupakan membangun kultur dan budaya belajar di masyarakat. tidak heran jika budaya literasi kita sangat rendah. Patut disayangkan juga dengan bergelimpangan beasiswa pendidikan akan tetapi prasarana dan sarana pendidikan di bumi etam ini sangat miris sekali. Ada sekolah bahkan tidak memiliki jaringan listrik atau ruang kelas yang tidak memadai. Bukan hanya di daerah pedalaman tapi di kota pun demikian.

Paradigma sebagian  masyarakat saat ini mengenai pendidikan hanya sekedar sbagai alat untuk mendapatkan pekerjaan atau hidup yang lebih baik lagi

 
Jangan heran ada siswa yang dibagi jam sekolahnya, ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang. Ini yang menjadi PR kita bersama terutama pemangku kebijakan. Jangan hanya membuncitkann perut sendiri tetapi seharusnya membuncitkan juga mutu pendidikan kita di bumi Kalimantan Timur.

Terbaru, saya pernah menerima laporan dari beberapa kader bahwa ada sekolah yang memberikan sanksi kepada muridnya berupa denda dengan menggunakan uang. Tentu hal ini bukan merupakan budaya bangsa Indonesia, dimana segala hal harus dinilai dengan uang. Ini sangat kontras sekali mengingat banyaknya sumber daya alam yang dimiliki Kaltim. Jikalau memang mau diterapkan denda, kenapa tidak sekalian dendanya satu juta rupiah saja. Biar sekalian mahal dan member efek jera.
Jikalau mental kapitalis dan materialistis bersarang di kepala pelajar sejak dini, bagaimana nasib Kalimantan Timur kedepannya. Mungkin saja yang berkuasa adalah para pemilik modal. Bakal terjadi kesenjangan sosial dan tentunya rakyat Kalimantan timur dalam 20 tahun kedepan yang sangat dirugikan.
Bahkan ada laporan juga salah satu sekolah dasar di Kota Samarinda ada siswanya yang membawa handphone ke sekolah. Handphonenya tidak tanggung-tanggung , berharga jutaan rupiah. Hal seperti ini sangat disayangkan sekali, jikalau dengan alasan agar mudah dihubungi orang tua atau wali murid.
Sebenarnya kami tidak melarang siswa memiliki gadget tersebut, tapi kami menyayangkan di izinkannya dibawa ke sekolah. Padahal sekolah seharusnya dapat memfasilitasi telepon yang dapat digunakan seluruh siswa di sekolah tersebut untuk menghubungi orang tua mereka. Kan ada dana dari pemerintah. Jangan sampai dana tersebut  dipakai untuk hal yang tidak urgent dalam kegiatan belajar mengajar.
Kami juga menyayangkan para pendidik yang hanya sekedar mengincar pencapaian target menaikan karier tapi melupakan muatan dalam pendidikan tersebut, seperti yang terjadi dalam kasus di atas. Seharusnya pihak sekolah mampu memberikan solusi dan sanksi yang mendidik jikalau ada siswa yang melanggar aturan. Jangan segala hal dinilai dengan materialistis. Misalnya dengan memberikan sitem poin dalam atran sekolah, jadi jika ada siswa yang melanggar akan dikurangi poinnya. Kalau dia berprestsi diberi tambahan poin. itu lebih mendidik dan tidak menggunaan system kapitalis.
Mendidik bukan hal mencoba – coba sebuah system. Sangat disayangkan juga banyak calon pendidik yang adab kesehariannya jauh dari hal yang baik. Ini seharusnya menjdi pr besar kita semua sebbagai warga Kalimantan timur . bagaimana menciptakan generasi pelopor yang beradab dan berbudaya. Para pendidik seharusnya menjadi teladan yang baik terutama para calon pendidik di kemudian hari. (dull)