Jokowi Himbau Lawan teror jangan takut

Suarapelajar.com
Suarapelajar.com, Jakarta. Empat anggota Polri menjadi korban ledakan bom Kampung Melayu saat tengah mengawal pawai obor yang diadakan kelompok masyarakat untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Hal ini diungkapkan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Teten Masduki saat mengunjungi korban ledakan bom di RS Premiere Jakarta Timur. 
“Saya sudah menyampaikan bela sungkawa atas nama Presiden. Ada empat polisi yang sedang dinas menjaga pawai obor menjelang bulan suci. Kemudian jadi korban,” ujar Teten di RS Premiere, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017) dini hari.
Disebutkan, pawai obor itu diselenggarakan oleh Front Pembela Islam (FPI), dan rencananya akan berkeliling Kota Jakarta mulai dari Petamburan.
Terkait kegiatan ini, anggota Polri mengamankan lokasi-lokasi yang akan dilewati peserta pawai.
Salah satu yang akan dilewati yakni Jalan Otto Iskandar Dinata hingga Terminal Kampung Melayu. Namun, bom meledak sebelum peserta pawai sampai di Terminal Kampung Melayu.
“Tentu kita harus mengutuk tindakan teror ini, ini merupakan satu teror yang nyata, sehingga kita bersama masyarakat pemerintah harus melawan teror,” kata Teten.
Pada kesempatan ini, Teten juga menyampaikan ucapan dukacita Presiden Jokowi untuk korban bom Kampung Melayu.
“Saya diminta beliau (Jokowi) menyampaikan rasa belasungkawa kepada korban. Tindakan teror kan untuk membuat kita takut. Kita tak boleh takut,” ujar Teten menyampaikan pesan Presiden Jokowi.

Setelah Puasa 5 Tahun, Real Madrid Juara La Liga dengan Penuh Rekor

Real Madrid juara La Liga 2016-17. Foto: Marca

SUARAPELAJAR.COM, MALAGA – Real Madrid akhirnya menuntaskan puasa gelar La Liga sejak musim 2011-12. Kemenangan 2-0 atas Malaga di Rosaleda, Senin (22/5) dini hari WIB, memastikan Madrid meraih titel ke-33, terbanyak di antara klub La Liga lainnya.

Dua gol masing-masing dari Cristiano Ronaldo (menit ke-2) dan Karim Benzema (55), memastikan Madrid mengoleksi 93 poin dari 38 pertandingan. 
Sementara rival terdekat Madrid, Barcelona, juga menang di laga terakhir melawan Eibar. Lionel Messi cs menang 4-2, setelah sempat tertinggal 0-2. 
Dari 38 pertandingan, Madrid menang 29 kali, imbang enam kali dan kalah tiga kali. Sementara Barcelona mendulang 90 poin dari 38 laga; menang 28 kali, enam imbang dan empat kali kalah. 
Madrid mencatat rekor apik, mencetak 58 gol saat laga tandang. Jumlah tersebut merupakan rekor terbaik klub satu musim dalam sejarah Madrid. Pasukan asuhan Zinedine Zidane juga menorehkan rekor, selalu mencetak gol di semua pertandingan mereka dalam satu musim La Liga. 
Khusus pertemuan dengan Malaga, Madrid juga menjadi tim pertama yang selalu mencetak gol di setiap pertandingan melawan Malaga di La Liga. 
Di semua kompetisi, El Real selalu mencetak gol dalam 64 pertandingan. Terakhir Madrid gagal mencetak gol adalah saat berjumpa Manchester City di leg pertama semifinal Liga Champions musim lalu, April 2016. Saat itu skor 0-0. 

Madrid masih punya kans menambah satu gelar lagi musim ini yakni dari ajang Liga Champions. Di partai puncak yang akan digelar di Cardiff, 4 Juni, Madrid sudah ditunggu juara Serie A, Juventus. (opta/marca/adk/jpnn)

Kopi Pangku Ditertibkan Menjelang Ramadhan

Petugas gabungan menertiban warung remang-remang di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong, Sabtu 14 Mei 2017 (Foto: Bery)

SUARAPELAJAR.COM, SAMRINDA. Jelang Ramadan 1438 H, petugas gabungan Satpol PP Samarinda, Satpol PP Provinsi Kaltim, TNI, dan POLRI menertibkan sejumlah warung remang-remang di sepanjang jalan perbatasan Samarinda-Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim). Penertiban berlangsung Sabtu sore, 13 Mei 2017.
 

Petugas menduga jika warung ini dijadikan tempat prostitusi oleh pemiliknya. Aktivitas warung kopi yang dikenal dengan istilah kopi pangku ini membuat petugas membongkarnya.
Sejumlah warung di beberapa titik ruas jalan telah berdiri sejak 4 tahun lalu. Deretan warung kopi yang menjajakan jajanan ringan.
Nah, selain membongkar warug, petugas langsung memasang spanduk peringatan untuk warung-warung tersebut. Kasatpol PP Samarinda, AKBP Ruskan menyatakan, pihaknya
Namun, razia tersebut diduga bocor. Pasalnya, di area warung-warung tersebut tak terlihat pemilik maupun pekerja warung.
Petugas Satpol PP langsung memeriksa penghuni tempat tersebut, seperti kelengkapan identitas kependudukan hingga surat dokumen tanah.
Suasana razia gabungan sempat memanas. Pemilik warung dan warga tidak terima tempat usahanya dibongkar paksa. Kondisi kembali kondunsif, setelah petugas melakukan negosiasi dengan warga.
Petugas mengamankan warga yang tidak dapat menunjukkan identitas lengkap dan membawanya ke kantor Satpol PP. Petugas juga membmongkar sejumlah tempat yang tidak berpenghuni.
Kasat Satpol PP Samarinda, AKBP Ruskan menyatakan, tak ada larangan menjual kopi. Tetapi, jika usaha dagang itu disertai praktik prostitusi, maka pihaknya akan langsung menertibkan.
“Kita sering memberikan himbauan. Pak RT juga menempel larangan melakukan kegiatan itu. Anda tahu sendiri ternyata mereka juga tetap melakukan itu,” ungkap AKBP Ruskan.
AKBP Ruskan menambahkan, akan terus mengawasi tempat-tempat tersebut, meskipun telah dilakukannya pembongkaran serta penyegelan.
Dalam razia tersebut, petugas Satpol PP menyita barang seperti kasur, kipas angin dan barang lain-lainnya. Petugas menduga barang-barang tersebut berkaitan dengan dugaan praktik prostitusi. (*)
sumber : kliksamarinda

Jelang Ramadan, Satpol PP Razia Tempat Hiburan Malam di Cilegon

Foto: Razia di Cilegon (Iqbal-detikcom)

Cilegon – Aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polisi, dan TNI menyisir tempat hiburan malam di Kota Cilegon, Banten. Razia itu dilakukan untuk mengimbau pengelola tempat hiburan agar tutup selama Ramadan.

Razia itu merupakan bagian dari penegakan peraturan daerah di Kota Cilegon. Satpol PP memasang selebaran imbauan di setiap tempat hiburan malam.

“Dalam hal ini kita menindaklanjuti aturan Wali Kota Cilegon supaya selama bulan puasa tidak ada yang operasional untuk ketertiban,” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Cilegon, Elang Ramlan kepada wartawan, Jumat (19/5/2017) malam.

Selebaran yang ditempel di setiap tempat hiburan malam itu berupa pengumuman dengan nomor: 556.322/3111/POLPP/2017. Dalam pengumuman itu tertera imbauan kepada seluruh pengusaha atau penyelengara hiburan yang ada di wilayah Kota Cilegon agar tidak beroperasi selama Ramadan.

Ramlan menyatakan, jika terbukti ada tempat hiburan yang membandel dengan tetap membuka saat Ramadan. Pihaknya tidak segan-segan akan menutup dan tidak boleh beroperasi selamanya.

“Penutupannya mulai 23 Mei sampai dengan 28 Juni. Selama bulan puasa. Sanksi tutup kalau memang aturan tidak dilaksanakan,” tegasnya.

Hal itu dilakukan pemerintah kota untuk menjaga suasana bulan Ramadan di Kota Cilegon kondusif dengan tidak beroperasinya tempat hiburan malam.

“Jadi semua yang berkaitan dengan hiburan malam kegiatan yang membuat suasana religi wilayah Cilegon tidak kondusif,” kata dia.

Dalam penyisiran itu, dua pleton petugas gabungan diturunkan ke seluruh tempat hiburan malam yang berjumlah 38 tempat di wilayah Kota Cilegon.

Sumber detiknews

Menyapa Desa Muslim Lukomir di Bosnia

Foto: Lukomir, satu-satunya desa tradisional muslim Bosnia hingga kini (Yayat Dayat/TRANS7)

Lukomir – Sarajevo, ibukota Bosnia memang indah. Bangunan ala Eropa dan gaya Roman, berpadu cantik. Membuat kota ini semakin menarik untuk dijelajahi.

Namun berbicara tentang muslim di Bosnia, tidak hanya tentang muslim yang tinggal di perkotaan. Tetapi ada juga Desa Lukomir yang cantik.

Di sini hidup suku muslim di tengah Pegunungan Bjelasnica. Terletak di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, Lukomir adalah satu-satunya desa tradisional muslim yang masih ada di Bosnia hingga saat ini.

Nama Lukomir bermakna pelabuhan kedamaian. Sesuai dengan apa yang mereka cari saat itu, sebuah kehidupan nyaman dan damai tanpa adanya paksaan.

Emina adalah salah satu muslim yang hingga saat ini masih tinggal di Lukomir, dalam balutan kehidupan sederhana. Tak banyak yang bertahan tinggal di desa yang terisolasi ini, sebagian besar kaum muda memutuskan tinggal di kota besar untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Penduduk Lukomir memeluk Islam tanpa adanya paksaan. Nenek moyang mereka yang saat itu non-muslim menemukan sesuatu yang berbeda pada Islam.

Islam dibawa dan disebarkan oleh Turki Utsmani, yang datang ke wilayah Bosnia di awal abad ke-15. Segera setelah itu, seluruh penduduk Lukomir memutuskan memilih Islam dan menjadi muslim seutuhnya.

Foto: Tarian tradisional Bosnia yang disebut “Kolo” atau “Oro” yang bermakna barisan (Yayat Dayat/TRANS7)

Mengunjungi Lukomir, kita akan disambut keramahan warga. Mencicipi masakan tradisional, dan bisa ikut terlibat dalam tarian tradisional mereka. Tarian yang disebut kolo atau oro, yang bermakna barisan tarian. Kolo, bisa ditemui hampir di sebagian besar wilayah Bosnia Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Macedonia, Montenegro, Serbia dan juga Slovenia.

Meski dapat ditemui di beberapa negara, tarian rakyat ini memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing. Terutama dalam gerakan dan juga pakaian.

Bosnia adalah salah satu negara, di mana banyak sekali perayaan tradisional. Dalam festival inilah , biasanya kelompok-kelompok penari kolo akan ikut serta dan menampilkan kebolehan mereka .

Sumber : detikcom

Bonus Demografi, Begini Cara Menaker Memaksimalkannya

 

Menaker Hanif Dhakiri (Foto: Agung Pambudhy)


Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyatakan, dalam menghadapi bonus demografi 2020, pemerintah tak hanya terus meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan. Lebih dari itu, pemerintah juga terus bekerja keras meningkatkan kualitas lapangan pekerjaan.

“Selain meningkatkan kuantitas lapangan kerja, pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah meningkatkan kualitas kerja,” kata Hanif dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/5/2017).

Hanif mengatakan, dalam menghadapi bonus tersebut, pemerintahan Presiden Joko Widodo menargetkan 2 juta lapangan kerja baru per tahun atau 10 juta lapangan kerja pada periode pemerintahan 2019. Tiap tahun, target tersebut sudah terlampaui.

Karena itu, fokus berikutnya yakni meningkatkan kualitas pekerjaan. Hal ini disebabkan 60% kompetensi tenaga kerja nasional merupakan lulusan SD dan SMP. Kompetensi tenaga kerja yang hanya lulusan SD, SMP berkonsekuensi tenaga kerja lebih banyak terserap di industri padat karya.

Untuk meningkatkan kualitas kerja, pemerintah berupaya meningkatkan kompetensi atau skill pekerja. Hal ini dilakukan antara lain dengan meningkatkan pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). BLK dilakukan di perusahaan milik pemerintah maupun swasta, maupun melalui program pemagangan kerja.

Selain menciptakan lapangan kerja, pemerintah juga mendorong munculnya wirausahawan baru dengan cara memberikan program pelatihan kewirausahaan dan pemberian bantuan sarana.

Hanif juga mengingatkan bahwa peningkatan kompetensi pekerja dan menciptakan wirausaha baru bukan semata tugas pemerintah sendiri. Seluruh potensi masyarakat yang ada, diajak berperan aktif.

“Karena bonus demografi, jika tidak dihadapi secara bersama-sama, maka bisa menjadi bencana demografi,” kata Hanif.

Bonus demografi merupakan suatu kondisi saat jumlah penduduk produktif atau angkatan kerja (usia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk yang tidak produktif (di bawah 5 tahun dan di atas 64 tahun). Tahun 2020-2030, Indonesia akan memasuki bonus demografi. Pada rentan waktu tersebut, diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia akan mencapai 70%.

Bonus demografi akan mejadi berkah jika angkatan kerja produktif yang mendominasi jumlah penduduk bisa terserap pada pasar kerja secara baik. Sebaliknya, bonus demografi menjadi bencana demografi jika angkatan kerja tidak terserap pasar kerja dengan baik.

Sumber detikcom

Kader PII Wajib Tahu Sejarah Ini!

Amanat Tertulis P.J.M Presiden/Pemimpin Besar Revolusi/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia

SUARAPELAJAR.COM, JAKARTA – Pelajar Islam Indonesia (PII) merupakan suatu organisasi pengkaderan yang sudah sangat lama menorehkan warna diatas berdirinya bangsa Indonesia.

Hal tersebut dapat dibuktikan atas pernyataan tertulis dari Sang Pemimpin Besar Revolusi Indonesia Soekarno. Yang mana dalam amanatnya tersebut terdapat sejumlah pesan moral kepada PII dan juga kader-kadernya.

Ditemui dari sebuah foto yang diunggah oleh pemilik akun facebook bernama Yazid Qulbuddin, Soekarno menuliskan, “berdikari mengamankan pandji-pandji revolusi yang kau gariskan adalah sangat tepat, justru kaum Nekolim dan anthek-antheknya sangat takut kepada prinsip-prinsip revolusi Indonesia,” tulisnya seperti dikutip pada Amanat P.J.M Presiden/Pemimpin Besar Revolusi/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Senin (16/5/2016).

Adapun amanat tertulis tersebut dibuatnya pada 28 Juli 1965 dalam rangka Konferensi Besar VIII Pelajar Islam Indonesia, di Yogyakarta.

Selain itu, begitu besar dan hebatnya PII kala itu, Putera Sang Fajar tersebut berpesan, agar PII terus maju dan memperkuat langkah-langkahnya dalam menggali apinya Islam, demi memenangkan revolusi Indonesia.

“Maju terus anak-anakku Pelajar Islam Indonesia, dan perhebat usaha-usahamu dalam menggali apinya Islam, untuk memenangkan revolusi. Maju terus pantang mundur!” Pesan Soekarno.

Dalam 16 Hari Zaid bin Tsabit Kuasai Bahasa Ibrani

ZAID bin Tsabit r.a telah menceritakan hadits berikut: “Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam memerintahkan kepadaku untuk mempelajari bahasa lbrani untuknya guna menerjemahkan surat orang-orang Yahudi.”
Zaid mengatakan dengan nada semangat: “Demi Allah, sesungguhnya akan kubuktikan kepada orang-orang Yahudi bahwa aku mampu menguasai bahasa rnereka.”
Zaid melanjutkan: “Setengah bulan berikutnya aku mempelajarinya untuk beliau dengan tekun dan setelah aku menguasainya, maka aku menjadi juru tulis Nabi SAW. Apabila beliau berkirim surat kepada mereka, akulah yang menuliskannya; dan apabila beliau menerima surat dari mereka, akulah yang membacakan dan yang menerjemahkannya untuk beliau Saw.” (Tirmidzi, Kitabul Isti`dzan wal Adab 2639)
Menurut riwayat lain, Zaid telah menceritakan bahwa Rasulullah pernah bersabda kepadanya: “Apakah kamu mengetahui bahasa Siryani? Karena sesungguhnya aku sering menerima surat-surat yang berbahasa Siryani.” Aku menjawab: “Tidak!”
Rasulullah Saw bersabda: “Pelajarilah ia.” Maka aku pun berhasil mempelajari dan menguasainya hanya dalam waktu 17 hari.
Sesungguhnya seorang mahasiswa pada masa sekarang, berapa tahunkah waktu yang diperlukan untuk lulus menjadi seorang ahli salah satu bahasa asing dan meraih gelar, baik Lisence maupun Bacheloriat? Sudah barang tentu memerlukan waktu 16 tahun.
Akan tetapi, di universitas Islam pertama yang didirikan oleh penghulu manusia Muhammad SAW, berapa lamakah waktu yang diperlukan oleh Zaid bin Tsabit untuk dapat menguasai bahasa Siryani? Dia menyelesaikannya hanya dalam waktu 16 hari dengan predikat cumlaud, berbanding 16 tahun waktu yang dihabiskan oleh seorang pelajar masa sekarang dengan perhitungan mulai dari tingkat Ibtidaiyahnya sampai dengan selesai dari jenjang universitasnya.
Kulihat kalian terlalu menghambur-hamburkan waktu dalam usia umat ini dan sesungguhnya apa yang telah dilakukan oleh Zaid bin Tsabit adalah karena beroleh berkat dari agama ini dan konsentrasi penuh dalam beramal demi karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala.*/Ari Fathur Rahman (mengutip dari buku Tahapan Mendidik Anak, karya Jamaal ‘Abdul Rahman)

Generasi Rusak, Selesaikan dengan 3 Pilar

 Oleh: Fauziah Ma’lum *

MELIHAT perilaku generasi muda saat ini, membuat miris. Adanya anak sekolah yang melakukan pergaulan bebas dan tidak terkontrol orang tua, membuat mereka melakukan free sex.  Pergaulan bebas yang menjurus ke perzinahan, dan ini seakan-akan sudah hal yang lumrah di kalangan anak muda. Faktanya sekarang ini yang nikah karena sudah hamil  terlebih dahulu, sudah banyak jumlahnya tidak hanya anak SMA,SMP bahkan SD saja juga ada.

Belum lagi yang menggugurkan kandungan, data sudah banyak menunjukkkan bahwa aborsi di Indonesia banyak dilakukan oleh gadis usia sekolah.  Ada juga tari erotis yang digelar di kota kecil, yang ini tak jauh beda dengan di kota besar. Semua fakta ini membuat prihatin , bagaimana nasib generasi kita yang akan datang? Bagaimana nasib bangsa ini jika kelak manusianya bermental seperti ini?

Memang benar bahwa globalisasi membuat mereka mudah menyerap informasi yang tanpa sadar menjadi gaya hidup mereka.  Anak-anak sekarang lebih menjadikan televisi, internet sebagai guru mereka. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.

Pertama, peran orang tua
Hal ini sangat mendasar dalam mempengaruhi perilaku anak, contoh saja ketika orang tua tidak mendampingi ketika menonton televisi bahkan anak dibiarkan menonton apa saja termasuk sinetron yang banyak memberi contoh buruknya daripada baiknya, orang tua yang permissive, orang tua yang tanpa sadar mengajarkan untuk menyepelekan agama seperti waktunya magrib masih nonton TV dan sebagainya. Mengapa bisa demikian?

Karena ketakwaan individu orang tua masih minim. Sehingga dalam mendidik anaknya pun, tidak dilandasi ketaqwaan. Gaya hidup liberal serba bebas sudah menjadi gaya hidup individu. Pandangan sekuler sudah menjadi landasan berfikir individu saat ini. Walhasil, peran orang tua dalam mencetak generasi berakhlak pun nyaris tidak ada. Karena pandangan liberal sudah betul-betul meresap di mayoritas masyarakat kita.

Kedua, peran masyarakat
Masyarakat sekarang ini sudah sangat cuek dengan lingkungan, tidak perhatian apabila ada anak sekolah berdua-duaan, berpacaran, berbuat yang melampaui batas tidak ada masyarakat yang menegur sebagai bentuk kasih sayang, sebagai bentuk nasehat menasehati. Tidak ada. Masyarakat sudah dihinggapi gaya hidup liberal, individualis. Sehingga perilaku muda mudi seperti mojok berdua dianggap lumrah. Padahal Nabi sudah mengingatkan jika ada laki dan perempuan berduaan yang ketiga adallah syetan. Sudah banyak kasus di negeri ini, dari free sex sampai ke pemerkosaan, karena diawali dengan mojok berdua/ berpacaran.

Ketiga, peran negara
Negara yang mempunyai aturan bisa memaksa warga negaranya untuk berjalan berkendara di sebelah kiri dengan aturan lalu lintasnya, harusnya juga bisa punya aturan memaksa untuk memblokir jaringan internet yang porno, atau acara televisi yang tidak mendidik, atau menutup diskotik lokalisasi dan tempat maksiyat lainnya. Negara juga punya wewenang untuk menutup pabrik miras, tidak hanya warung kecil saja yang ditutup.  Jika Negara peduli terhadap nasib generasi menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak, maka segala hal yang membuat rusaknya generasi ini harus ditutup bukan difasilitasi.

Tiga pilar pembentuk masyarakat berakhlak tidak bisa dipisahkan satu sama lain.  Lalu bagaimana caranya ?
1.  Pembinaan individu untuk mewujudkan ketaqwaan individu. Inilah peran muballigh/muballighoh  untuk membina individu dengan keimanan yang kuat, memahamkan syariat-nya Allah yang lengkap, tidak hanya masalah ibadah saja, namun juga aturan tata pergaulan, ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan sebagainya.
(2).  Kontrol masyarakat akan terwujud apabila masyarakat sudah mempunyai pandangan yang sama, opini yang sama tentang mana yang baik dan buruk. Inilah perlunya muballigh/muballighoh untuk terus membina masyarakat dengan menyampaikan syariat Islam secara utuh, tidak hanya masalah ibadah saja yang disampaikan tapi juga hukum-hukum yang lain. Sehingga masyarakat akan punya pandangan yang sama, jika berduaan laki dan perempuan yang bukan mahram saja dilarang Nabi maka masyarakat pun akan sepakat kalau menemui laki-laki dan perempuan berduaan yang bukan mahram akan mereka nasehati/ingatkan.
(3). Negara yang menerapkan aturan kebaikan. Tentunya aturan kebaikan adalah aturan yang berasal dari yang Maha Baik yaitu Allah swt. Aturan kehidupan yang lengkap dan membawa maslahat . Inilah syariat Islam.   Jika diterapkan akan menentramkan tidak hanya untuk Muslim tapi juga non Muslim.

Maka Negara ini akan menerapkan kurikulum yang menghasilkan generasi bertaqwa dan cerdas, kurikulum yang dilandasi keimanan. Negara ini pula yang akan mengatur infokom sehingga tidak ada satu pun situs atau tayangan televisi yang merusak akhlak generasi.

Negara akan mengatur program televisi yang mencerdaskan generasi, menguatkan keimanan umat. Negara ini juga akan menjaga masyarakat dari makanan dan minuman yang haram, maka tidak ada pabrik miras atau pasar/swalayan yang menjual makan haram.

Dengan demikian, perzinaan akan berkurang, tidak ada lokalisasi, korupsi berkurang. Negara inilah yang akan melindungi kehormatan warganya  dengan cara menjamin keamanan. Negara inilah yang akan memberllakukan ekonomi tanpa riba, yang akan mengelola SDA untuk kepentingan rakyatnya, dan tidak menjual kepada asing. Semua ini terwujud karena memang Negara ini berdiri karena iman, takut kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena mengurusi urusan umat adalah tanggungjawab yang nanti akan ditanya di akherat.

Sungguh, inilah 3 pilar untuk membentuk masyarakat yang berakhlak  tidak hanya menyelesaikan masalah generasi, tapi juga menyelesaikan masalah umat yang lainnya. Saatnya menerapkan Islam secara menyeluruh. Wallahu a’lam.*

Penulis  muballighoh di Tulungagung.  Penulis pensiunan dari Pengadilan Agama, sekarang berumur 70 tahun

Tips Backup Chat dan Media Whatsapp

SUARAPELAJAR.COM, JAKARTA – Percakapan atau chat yang Anda lakukan via WhatsApp setiap harinya semakin bertambah. Bukan tak mungkin, bagi orang yang sibuk tak sempat untuk menyortir maupun menghapus deretan chat WhatsApp.

Akan lebih mudah jika Anda menghapus riwayat chat secara keseluruhan dalam satu pintasan. Namun beberapa pengguna menginginkan untuk menyimpan beberapa chat penting dalam aplikasi WhatsApp.

Anda dapat menyimpan salinan atau membuat backup chat WhatsApp ke email Anda. Berikut Okezone rangkum tips mem-backup chat WhatsApp ke email.

Buka aplikasi WhatsApp Anda, dan pilih chat yang ingin Anda salin atau backup. Klik Opsi dan pilih menu “Lainnya” kemudian pilih Email chat.

Riwayat chat itu akan tersimpan pada email yang Anda gunakan dalam smartphone Anda. Selain chat, Anda juga dapat menyertakan beragam media yang dikirimkan dan Anda terima melalui WhatsApp.

Sebagai catatan, WhatsApp membatasi penggunanya untuk mem-backup riwayat chat. Anda hanya dapat mem-backup maksimal 40 ribu chat saja ke email Anda.

sumber:okezone