Heboh beredar Vidio mesum Di masjid Islamic Center Samarinda Prima DMI Kaltim Angkat Bicara




Suarapelajar.com  Samarinda. Perhimpunan Remaja Masjid  DMI Kalimantan Timur mengutuk keras aksi mesum di tempat ibadah pada saat sholat jumaat sedang berlangsung di masjid terbesar umat islam di Kalimantan Timur.eist

Warga Samarinda sempat heboh  tersebarnya vidio perbuatan mesum yang terjadi di Masjid terbesar di Kalimantan Timur  mengundang banyak perhatian masyarakat termaksud Perhimpunan Remaja Masjid DMI Provinisi Kalimantan Timur.

Hall ini di sampaikan oleh Abdul Hamid Sekretaris Umum Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA)  DMI Kalimantan Timur saat di wawancarai via telpon beliau mengatakan  vidio mesum pasangan tersebut sangat memalukan sudah seharusnya para pelaku tersebut meminta maaf ke publik secara lisan maupun tulisan sebagai bentuk sanksi sosial agar memberikan efek jera.
 Sehingga tidak ada lagi para remaja yang mengulangi perbuatan yang sangat memalukan tersebut, mengingat mayoritas penduduk di kota Tepian merupakan mayoritas muslim yang agamais tidak seharusnya hal ini terjadi di tempat ibadah kebanggaan umat islam di benua Etam.

Dengan adanya peristiwa tersebut sudah seharusnya pihak pengamanan masjid di tambah, mengingat luas area masjid islamic center   tidak sebanding dengan para petugas yang berjaga. (fdl)

Ibu Sosialita Yang Berjiwa Sosial Tinggi






SUARAPELAJAR.COM  Samarinda, Peace and Love Indonesia yang di Nahkodai Ibu Novita Ikasari yang berasal dari  Samarinda Kalimantan Timur, mampu mengispirasi kaum sosialita di Indonesia untuk peduli terhadap permasalahan sosial  di Negeri ini.
Novita Ikasari, Ketua Umum Peace and Love Indonesia menceritakan, bahwa awal mulanya grup baksos ini merupakan gabungan arisan sosialita.
Waktu itu, arisan tersebut berbeda dengan yang lain karena orientasinya fokus pada bidang sosial. Hingga akhirnya tercetuslah Peace and Love Indonesia.
“Saya berharap grup baksos ini menjadi inspirasi dan membantu program pemerintah untuk menentaskan kemiskinan yang menjadi polemik di negeri ini,” jelasnya.
Selain aktif di kegiaatan sosial utnuk membrantas kemiskinan Novita Ikasari yang akrab di sapa Bunda Novi juga aktif terlibat langsung ketika ada bencana alam seperti halnya bencana alam di NTB beliau langsung merogoh kantong pribadinya tanpa berpikir panjang.
 Karena baginya duka mereka adalah duka kita bersama, sudah seharusnya kita peduli terhadap saudara kita yang terkena musibah dimanapun mereka berada. (adl)

Mas Kamto Sosok yang dicintai kaum Milenial

Salah seorang warga netizen (internet) di Samarinda mendoakan agar Achmad Sukamto menjadi wakil rakyat pada periode mendatang. Warga yang punya nama Andika Kurniawan menilai bahwa mas kamto  ini ini memiliki kepedulian terhadap akar rumput.
Andika adalah salah satu warga netizen. Kita tahu bahwa netizen adalah warga yang bila dilihat secara umur – kebanyakan adalah kaum milenial. Mereka memiliki tingkat keaktifan sebagai warga net jauh lebih banyak dan lebih besar ketimbang generasi lainnya. Maka dengan fakta ini, semakin jelas bahwa Mas Kamto (Sapaan akrab Achmad Sukamto) sangat dikenal terutama di kalangan warga net yang rata-rata adalah milenial.
Fakta dikenalnya mas kamto, tentu bukan sesuatu yang asing. Pertama, mas kamto  adalah sosok yang sangat low rofile dan dekat dengan anak muda terutama di kota Samarinda. Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda 2 periode ini juga menjabat sebagai Ketua KTNA Kota Samarinda dan Bendahara IKAPAKARTI Kaltim, memang wajar apabila Mas Kamto, namanya, dikenal oleh warga net atau warga yang memiliki tingkat intensitas yang tinggi dengan media.
Kedua, Mas Kamto  adalah pemimpin yang banyak memperoleh dukungan dari milenial. Dengan kata lain, sosoknya sangat disukai oleh milenial. Alasannya, seperti disampaikan oleh Andika bahwa Mas Kamto memiliki kepedulian kepada kalangan masyarakat bawah.
Mas Kamto memiliki pengalaman yang sangat dekat terutama dengan para petani di Kota Samarinda. Aktifitasnya sebagai ketua KTNA Kota Samarinda membawanya banyak berinteraksi dengan para petani. Dia menjadi sosok yang disukai oleh para petani karena kegiatannya yang merakyat.
Selain itu, Mas Kamto untuk kepedulian terhadap kaum muda dengan mendorong mereka agar berani dan belajar mengembangkan ekonomi berbasis digital (ekonomi digital). Program ini diyakini mampu menumbuhkan banyak wirausaha baru terutama dari kalangan milenial. Memilih kaum milenial disebabkan karena merekalah yang dianggap paling mengerti dengan perkembangan teknologi.
Teknologi cerdas dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membuka lapangan-lapangan kerja baru terutama bagi mereka, kaum milenial. Dengan mendorong ekonomi digital, maka kaum muda dapat terhindar dari adanya pengangguran.
Mas kamto meyakini bahwa apabila generasi muda dapat melaksanakan atau membuka wirausaha baru atau menjadi entrepreneur baru melalui pemanfaatan ekonomi digital, maka hal itu dapat mendongkrak pertumbuhan perekonomian Kaltim.
Satu hal lagi yang disukai dari netizen seperti Andika: Mas Kamto adalah sosok pemimpin yang tegas, lugas, to the point dan konkrit. Kaltim pasalnya menyukai sosok yang seperti ini untuk meyuarakan anak muda.

PELITA KALTIM AJAK MASYARAKAT LAWAN TERORISME DENGAN PENCEGAHAN SEJAK DINI



Suarapelajar.com Samarinda – Gerakan Warga Lawan Terorisme mengutuk keras tindakan terorisme yang terjadi beberapa waktu terakhir. Gerakan tersebut terdiri dari tokoh  pemuda lintas agama dan masyarakat adat. “Rangkaian aksi kejahatan teror yang terjadi di Rutan Mako Brimob Depok hingga bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Rusunawa Sidoarjo, dan Polrestabes Surabaya Jawa Timur telah melampaui batas kemanusiaan,” kata Ketua Studenpreneur sekaligus merupakan Humas Pemuda Lintas Agama Kalimantan Timur, Abdul Hamid, yang hadir dalam pernyataan sikap di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Selasa (15/5/2018).


Gerakan Warga Lawan Terorisme menyatakan tekad bersama untuk melawan aksi terorisme. Sebab, aksi tersebut telah menghancurkan nilai kemanusiaan dan menyebarkan rasa ketakutan, serta memecah belah bangsa. Gerakan tersebut juga mendukung penuh sikap aparat penegak hukum dan pemerintah untuk segera menghentikan teror dan menindak tegas para pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi- aksi teror. Mereka juga mendorong pemerintah untuk memastikan pemulihan yang efektif kepada para korban dan keluarganya.

Dukungan masyarakat terhadap Polri-TNI memberantas pelaku terorise di Indonesia terus mengalir.  Puluhan pemuda dan tokoh adat Samarinda menandatangani banner dukungan melawan teroris. “Kami mendukung Polri melawan pelaku terorisme. Jika diperlukan, jangan ragu mengambil tindakan tegas. Terorisme harus lenyap dari Bumi Pertiwi,” tegas Abdul Hamid, 

Tak hanya itu, pimpinan lintas agama Kalimantan Timur juga menyerukan sikap mengecam aksi teroris di Surabaya dan Sidoarjo. Aksi biadab dan keji di luar batas kemanusiaan lewat aksi bom bunuh diri bertentangan dengan agama manapun.sehingga kita perlu waspada kepada seluruh masyarakat yang berda di sekitar kita jikalau ada gerak-gerik mencurigakan langsung laporkan saja jangan ragu-ragu ungkap Arif Maulana ketua Pemuda Lintas agama saat di temui bersama humasnya Abdul Hamid,. 

Sukses Selenggarakan SIPPSI, Korpus PII Wati fokus Kaderisasi

Suarapelajar.com Jakarta.-“Mempertegas peran kaderisasi PII wati sebagai wadah pembentuk generasi muslimah tiang peradaban” menjadi tema dalam Sarasehan Instruktur dan Pemandu Putri Seluruh Indonesia (SIPPSI) 2018. Koordinator Pusat (Korpus) PII Wati 2017/2020 sebagai tim sekaligus penyelenggara kegiatan, SIPPSI dihadiri oleh sembilan wilayah, diantaranya Aceh, Yogyakarta Besar, Sumatera Utara, Papua Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.
ketua Steering Committe (SC) SIPPSI, Yanti Febriati mengatakan jika penyamaan persepsi tentang pentingnya kaderisasi PII Wati di setiap wilayah dan
daerah menjadi fokus utama dalam SIPPSI tahun ini.
“Sebenarnya ini pekerjaan yang terus berulang setiap tahunnya, kader di wilayah dan daerah masih saja menganggap bahwa kaderisasi PII Wati jalan sendiri atau parsial padahal kaderisasi kita itu juga adalah pengejewantahan dari kaderisasi PII yang seutuhnya,” jelas Yanti saat sosialisasi pola kaderisasi PII Wati. Jakarta, 05/05/2018.
Harapan terbesar paska kegiatan SIPPSI 2018 adalah penyelenggaraan sarasehan guna mensosialisasikan hasil SIPPSI kepada eselon di bawahnya. Ketua korps PII wati Haslina Satar mengaku optimis terhadap semangat kader putri PII se-nusantara untuk terus mengembangkan eksistensi sebagai perempuan muslim.
Adapun tiga agenda yang diusung yakni, Evaluasi pembinaan kader putri dan tunas, sosialisasi kaderisasi putri dan tunas, dan, simulasi kaderisasi putri dan tunas.sumber : Supel.id, 

Ratusan Kader Tunas PII Tegal memeriahkan Festival HARBA PII 71 tahun


Suarapelajar.com Tegal- Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota dan Kabupaten Tegal Jawa Tengah mengadakan Festival lomba dalam rangka memperingati Hari Bangkit (HARBA) Pelajar Islam Indonesia (PII) KE 71 tahun, festival ini diadakan di SMP Ihsaniyah dengan tema “Pelajar Islam Merawat NKRI”. (10/05)
Festival HARBA PII 71 tahun di meriahkan 5 cabang lomba diantaranya Lomba futsal, Lomba Kolase, Lomba Mewarnai, Lomba Puisi, dan Lomba Kreasi Seni di ikuti oleh kurang lebih 120 anak anak kader tunas usia 7-12 tahun. Talkhis Abdullah Zaen selaku ketua panitia membuka acara itu dengan potong tumpeng yang di serahkan pada keluarga besar PII Tegal.
“Ibarat pohon yang tumbuh di padang pasir, PII lah sebagai tempat latihan yang tidak di terapkan oleh sekolah formal lainnya. Alhamdillah Pengurus Daerah PII Tegal selalu istiqomah dalam membuat kegiatan positif. Kami pengurus PD PII Tegal masih haus mengadakan kegiatan yang bermanfaat” ujar Hasbi Ash Shiddiqi, Ketua PD PII Tegal dalam sambutannya.
Peserta Festival pun mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan yang baik ini di hari libur. Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Tegal memang sering memberikan kejutan berupa kegiatan positif yang selalu menarik dikalangan pelajar. Pada awal periode, mereka juga membuat seminar pelajar yang diikuti 100 siswa Tegal. menurut ketua umum PD PII Tegal 2017-2018, pada bulan juni mendatang PD PII akan mengadakan agenda yang cukup besar, yaitu pra Basic Training, Forkomanda, dan KP3.
“di hari bangkit ke 71 tahun Pelajar Islam Indonesia kami berharap Semoga pelajar Islam Indonesia (PII) Tegal bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan minat dan kreatifitas Pelajar terutama anak-anak Tunas sehingga ke depan PII Tegal bisa menjadi Sahabat Pelajar Tegal.” Ujar Hasbi selaku Ketua Umum PII Tegal 2017/2018.sumber :Supel.id, 

PW PII Kalimantan Timur Mengutuk Keras Pemboman di Surabaya


Fadil HF Ketua Umum PW PII Kalimantan Timur

SUARAPELAJAR.COM,  SAMARINDA  — PENGURUS WILAYAH PEAJAR ISLAM INDONESIA KALIMANTAN TIMUR    (PWPII) menyampaikan, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H dikejutkan dengan aksi narapidana teroris di Mako Brimob. Kemudian disusul ledakan bom di tiga Gereja yang ada di Surabaya pada Ahad (13/5).
“Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama, sungguh sangat memprihatinkan dan mengiris hati kita semua,” kata Ketua Umum PW PII Kaltim , Fadil HF melalui keterangan tertulis kepada suarapeajar.com, Ahad (13/5).
Fadil juga mengatakan, menyaksikan dan mencermati dengan seksama rangkaian peristiwa di atas khususnya peristiwa bom di tiga Gereja. Maka PW PII Kaltim  menegaskan, pertama, mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme apapun motif dan latar belakangnya.
Ia menegaskan, segala macam tindakan kekerasan apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian dan kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan.
“Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan,” ujarnya.
Kedua, ia menyampaikan rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Segala yang terjadi merupakan suratan takdir maka harus menerimanya dengan penuh sikap kedewasaan, lapang dada, ketabahan dan kesabaran.
Ketiga, mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat sampai tuntas terkait motif serta polanya. Juga gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah semakin sedemikian merajalela. Maka diperlukan penanganan khusus yang lebih intensif dari berbagai pihak terutama dari negara melalui keamanan.
“Keempat, mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Fadli juga menyampaikan, PW PII Kaltim juga mengimbau jika mendapati peristiwa sekecil apapun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke aparat keamanan. Segala hal yang mengandung kekerasan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran agama apapun.
Islam mengajarkan nilai-nilai kesantunan dalam berdakwah. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat An-Nahl ayat 125, serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan Al Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
“Kelima, mengimbau seluruh kader Pelajar Islam Indonesia untuk senantiasa menyerap informasi dengan seksama dan jangan ikut-ikut untuk menyebarkan informasi hoax yang bisa saja memunculkan kegaduhan baru.
Ia menyampaikan, hendaknya seluruh netizen  juga meminta kepada semua pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini.
 Percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan. Dukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban dan berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait peristiwa ini. (adl)

Pesan Menpora di kemah pendidikan dan apel kebangsaan: jaga NKRI


SUARAPELAJAR.COM, JAKARTA– Menpora Imam Nahrawi dengan penuh semangat menyampaikan kepada 5000 pemuda pelajar yang berasal dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Pelajar Islam Indonesia (PII) untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam acara Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan Pemuda Pelajar Indonesia yang dilaksanakan di Lapangan PPPON Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/5)

Ia juga mengaku bangga melihat semua pelajar yang sejak pagi berdiri di lapangan dengan penuh semangat. Kata dia, ini menjadi bukti bahwa meskipun semua berasal dari organisasi yang berbeda, namun bisa berkumpul bersama dan bersilaturahmi di acara ini.
“Saya senang kegiatan ini, tepat di hari Pendidikan Nasional menjadi sejarah bahwa pelajar pemuda IPNU, IPM, dan PII bisa berkumpul bersama,” kata Menpora.
“Yang penting lagi, saya berdiri di sini menemani adik-adik semua untuk bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski kita berbeda-beda, namun kita semua adalah Indonesia. Saya ingin kegiatan yang baik ini bisa kalian sebarkan di media sosial masing-masing. Jadikan kegiatan positif bukti bahwa tidak ada perbedaaan di antara kalian, semua terbingkai dalam Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” tambah Menpora.
Sementara itu, Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh pada laporannya menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tiga organisasi kepemudaan pelajar, yaitu IPNU, IPM, dan PII yang difasilitasi oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora. Kegiatan ini bertujuan untuk peneguhan komitmen pemuda pelajar Indonesia dalam berpartisipasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di antaranya meneguhkan komitmen untuk meningkatkan pendidikan yang berkeadaban, mencegah terjadinya kekerasan dan eksploitasi di dunia pendidikan, menanggulangi bahaya narkoba, terorisme, dan kenakalan remaja, serta ujaran kebencian dan penyebaran hoaks di dunia siber.
“Di samping pemuda pelajar Indonesia, kegiatan ini juga diikuti oleh pemuda dari 21 negara. Kementerian Pemuda dan Olahraga memfasilitasi kegiatan ASEAN Plus Youth Camp yang dibuka tanggal 1 Mei 2018,” tambahnya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 5 Mei 2018. Nantinya berbagai kegiatan akan digelar di antaranya Apel Kebangsaan, kemah pendidikan, lomba vlog konten2 positif, seminar kebangsaan, latihan bela negara, lomba menulis surat ke presiden, olahraga, serta apresiasi seni dan budaya SUMBER : MERDEKA.COM

Bersama IPM dan IPNU, PII Ajak Pelajar Merawat dan Menjaga Jiwa Nasionalisme


Hasil gambar untuk kemah pelajar pii

SUARAPELAJAR.COM JAKARTA – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) bersama dengan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) dan Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggelar Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan Pelajar se-Indonesia.
Rangkaian agenda ini diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 3 Mei 2018 di PP PON, Cibubur, Jakarta dan dihadiri oleh DPR RI, MPR RI, TNI, hingga tamu lintas kementerian dan Organisasi Kepemudaan Nasional.
Apel Kebangsaan menjadi puncak dari agenda kolaborasi. Apel diikuti oleh 5.000 pelajar IPM, PII, dan IPNU dari berbagai daerah se-Indonesia. Hadir pula Ketua Umum dari ketiga organisasi pelajar tersebut yang turut membacakan Deklarasi Pelajar Indonesia yang memuat pesan-pesan perdamaian, anti-narkoba, dan cinta NKRI.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora RI) Imam Nahrawi berperan sebagai Pembina Apel agar pelajar makin cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menghargai perbedaan yang ada.
“Kalau ada perbedaan, hormatilah. Karena perbedaan merupakan takdir dari Allah SWT,” ujar Imam dalam amanatnya.
Lebih lanjut lagi, Imam juga menekankan perlunya membela kepentingan bersama. “Kita harus menguatkan kepentingan bangsa dibanding kepentingan pribadi dan golongan,” lanjut Imam.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PP IPM Velandani Prakoso mengapresiasi agenda bersejarah dimana IPM, PII, dan IPNU se-Indonesia berkumpul melakukan apel bersama.
“IPM mencetak sejarah baru dalam rangka merawat dan menjaga jiwa nasionalisme diantara para kadernya dengan mengadakan kegiatan ini, semoga ketiga organisasi bisa terus bergerak bersama, berbagi, dan berkolaborasi,” ujar Velandani.
Sumber: Nabhan

Hadir di Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan Bersama 5000 Pemuda Pelajar, Menpora Tekankan Pentingnya Menjaga NKRI

 SUARAPELAJAR.COM Jakarta: Menpora Imam Nahrawi dengan penuh semangat menyampaikan kepada 5000 pemuda pelajar yang tergabung dari IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan PII (Pelajar Islam Indonesia) untuk menjaga NKRI bangsa ini. Hal itu disampaikan Menpora saat menghadiri Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan Pemuda Pelajar Indonesia yang dilaksanakan di Lapangan PPPON Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/5).
“Saya bangga melihat adik-adik semua yang dari pagi berdiri di lapangan bersemangat mengikuti apel ini. Ini menjadi bukti bahwa meskipun kalian semua berasal dari organisasi yang berbeda, namun kalian bisa berkumpul bersama dan bersilaturahmi di acara ini. Saya senang kegiatan ini, tepat di hari Pendidikan Nasional menjadi sejarah bahwa pelajar pemuda IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan PII (Pelajar Islam Indonesia) bisa berkumpul bersama,” kata Menpora yang juga didampingi oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Staf Khusus Anggia Ermarini dan Zainul Munasichin.
“Yang penting lagi, saya berdiri di sini menemani adik-adik semua untuk bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski kita berbeda-beda, namun kita semua adalah Indonesia. Saya ingin kegiatan yang baik ini bisa kalian sebarkan di media sosial masing-masing. Jadikan kegiatan positif bukti bahwa tidak ada perbedaaan di antara kalian, semua terbingkai dalam Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” semangat Menpora.
Sementara, Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh pada laporannya menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tiga organisasi kepemudaan pelajar, IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan PII (Pelajar Islam Indonesia) yg difasilitasi oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk peneguhan komitmen pemuda pelajar Indonesia untuk dalam partisipasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Meneguhkan komitmen untuk meningkatkan pendidikan yang berkeadaban, mencegah terjadinya kekerasan dan eksploitasi di dunia pendidikan, menanggulangi bahaya narkoba, terorisme, dan kenakalan remaja, serta ujaran kebencian dan penyebaran hoax di dunia siber,” ujarnya. 
“Di samping pemuda pelajar Indonesia, kegiatan ini juga diikuti oleh pemuda dari 21 negara. Kementerian Pemuda dan Olahraga memfalitisai kegiatan ASEAN Plus Youth Camp, yang dibuka tanggal 1 Mei 2018”, tambahnya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 2 – 5 Mei 2018. Kegiatan diisi dengan Apel Kebangsaan, kemah pendidikan, lomba vlog konten2 positif, seminar kebangsaan, latihan bela negara, lomba menulis surat ke Presiden, olahraga, serta apresiasi seni dan budaya.
Sementara itu, Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid menyatakan bahwa kegiatan ini terlaksana karena dukungan dan dorongan Deputi Pengembangan Pemuda. “Ini menjadi komitmen kami sebagai sesama organisasi kepelajaran untuk terus bersinergi untuk kebaikan negeri, dengan terus mewujudkan kebersamaan. Dan alhamdulillah diberikan motivasi dan dorongan dari Deputi,” ujarnya.(amr) SUMBER KEMENPORA