Surapelajar.com MAKASSAR – Personel Mamajang menggerebek dua siswa dan seorang siswi SMP yang diduga sedang melakukan pesta seks di salah satu kamar wisma di Jalan Cenderawasih, Makassar, Senin 4 sep 2017 sore.
Dua siswa SMP tersebut yakni Rz (16) dan Rs (16), dan siswi berinisial P (14). Sementara bersama mereka juga ada seorang remaja WHY (20) yang sudah tak bersekolah.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Mamajang Aris Sumarsono, tiga laki-laki bersama satu gadis tersebut terpaksa diamankan aparat setelah diduga berbuat cabul di salah satu kamar wisma, Jalan Cendrawasih Makassar.
Mereka kemudian digelandang ke Mapolsek untuk dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatan secara hukum.
Namun, P dipersilahkan kembali ke rumah setelah menjalani pemeriksaan penyidik. Sedangkan dua siswa dan pemuda lainnya tetap ditahan dan harus menjalani pemeriksaan lantaran diduga melakukan tindakan cabul terhadap anak di bawah umur.
Menurut Aris, P mendatangi Wisma Sehati yang berada di Jalan Cenderawasih usai mengikuti ujian di sekolahnya dengan masih mengenakan seragam.
Gadis belia itu mengaku dibujuk rekannya yang satu sekolah, Rs dengan diiming-imingi kisi-kisi soal ujian.
“Jadi selesai ujian sekolah SMP, perempuan ditelpon temannya, yang juga sekolah SMP, dibujuk untuk ke wisma dan ditawari kisi-kisi. Awalnya sempat menolak katanya, namun akhirnya mau,” ujar Aris.
Namun setelah sampai di wisma, Rs, Rz dan WHY rupanya sudah menanti di dalam kamar, sekitar 13.30 Wita. Ketiganya pun merencanakan akan melakukan hubungan badan secara bergiliran terhadap P di wisma itu.
Meski awalnya P menolak, namun ia akhirnya melakukan adegan suami istri bersama Rz yang merupakan siswa di lain sekolahnya. “Kan rencana mau ditigai, tidak mau perempuannya, tapi akhirnya dia berhubungan badan dengan Rz,” pungkasnya.
Sebelum kembali digilir dua pemuda lainnya, aparat kemudian menggerebek empat muda-mudi itu, yang kemudian digiring ke Mapolsek. “Rz, kan dia kebetulan naik arisan pertama, rencananya mau dilir,” sambung Aris.
Akibat perbuatannya, dua pelajar dan seorang pemuda tanggung terpaksa mendekam ditahan, lantaran nenek P, melaporkan mereka dengan tuduhan perbuatan cabul dan melanggar UU Perlindungan Anak.
Berbeda dengan pengakuan P kepada penyidik, Rs mengaku meski awalnya memang dibujuk, namun tidak ada paksaan untuk melakukan perbuatan itu, karena didasari suka sama suka.
JOKOWI TERBITAKN PERPRES UNTUK KAREKTER YANG LEBIH BAIK
Suarapelajar.com Jakarta – Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Perpres Pendidikan Karakter yang salah satunya mengatur durasi dan hari sekolah. Bagaimana isi lengkapnya?
Perpres bernomor 87 tahun 2017 itu diteken Jokowi hari ini, Rabu (6/9/2017). Saat mengumumkan, Jokowi didampingi sejumlah petinggi ormas.
“Jadi baru saja saya tanda tangani Perpres Penguatan Pendidikan Karakter didampingi ormas-ormas. Saya senang sekali semuanya memberikan dukungan penuh,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/9/2017).
Dalam perpres ini, tiap sekolah dipersilakan menentukan apakah sekolah dilakukan selama 6 hari atau 5 hari dalam sepekan. Dalam menetapkan 5 hari sekolah, ada kriteria yang dapat dipertimbangkan satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah, yaitu:
a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan;
b. ketersediaan sarana dan prasarana;
c. kearifan lokal; dan
d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah.
Aksi Solidaritas Muslim Rohingya di Samarinda.Aliansi Umat Islam Silahturahmi Ke Budhipest Center.
Suarapelajar.com. Samarinda. Warga yang berasal dari 40 elemen masyarakat gabungan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi kecaman terhadap kekerasan yang terjadi kepada etnis muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar.
Mereka juga mendesak ASEAN untuk mengambil sikap dan langkah konkret, khususnya pada pemerintah Myanmar agar segera mengakui status kwarganegaraan muslim Rohingnya.
“Kita sudah mendaftar anggota-anggota kita ataupun bukan anggota kita yang mereka siap berangkat ke Myanmar. Kita menunggu perintah dari pusat jika pusat menyuruh kirim, kita akan kirim. Alhamdulillah, selama ini mereka siap jadi tinggal siap tempur saja kalau memang pusat sudah siap kita akan segera kirim,” ujar Habib Didik. (*)
HAJI dan QURBAN bukan sekedar NAPAK TILAS PENGALAMAN SPIRITUAL ?

Besok, Pelajar Pontianak Akan Buat Beda Taman Digulis!
SUARAPELAJAR, PONTIANAK – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Kalimantan Barat (PW PII Kalbar) hari ini (12/8) meluncurkan program Perpustakaan Jalanan Khatulistiwa yang akan mulai diselenggarakan pukul 20.00 Wib. Di Bundaran Taman Digulis.
Ketua Umum PW PII Kalbar Dede Ari Kusuma mengatakan, sebagai bentuk kontribusi PII dalam mengembangkan budaya literasi di Kalbar, kita akan mulai program ini di Kota Pontianak terlebih dahulu.
“Kita ketahui bersama bahwa minat baca masyarakat khususnya pelajar sangat rendah. Oleh sebab itu kita perlu sadar dan menyadarkannya. Program ini juga bentuk apresiasi PII untuk membantu kebijakan pemerintah dalam meningkatkan budaya literasi yang merata,” ujar Dede saat ditemui di sekretariat PW PII Kalbar, Jumat (10/8).
Namun, Dede tidak menampik bahwa masih ada pelajar yang memiliki semangat tinggi untuk membaca hingga menulis bahkan ada juga yang sampai dibukukan.
Karna menurutnya pelajar memiliki potensi yang luar biasa, tinggal bagaimana potensi-potensi tersebut tersalurkan dan kita harus menfasilitasi itu.
Disisi lainnya, melihat persoalan pelajar yang sangat kompleks saat ini, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dsb. Apalagi ketika malam minggu, banyak pelajar-pelajar yang memiliki aktifitas yang tidak produktif dan bermanfaat.
Karna persoalan tersebut tidak mungkin instan terselesaikan, maka yang perlu dilakukan adalah mengalihkan aktifitas pelajar yang seperti itu dengan aktifitas lain yang bermanfaat salah satunya Perpustakaan Jalanan ini.
“Perpustakaan Jalanan ini tidak hanya menfasilitasi untuk membaca secara gratis, tapi juga melayani diskusi tentang buku dan keilmuan, dan hasil diskusi itu nanti kita notulensikan dan kita publis di media sosial.” lanjut dia.
Dede menambahkan, memang segmentasi Perpustakaan Jalananan ini tidak kita batasi, terbuka untuk umum dan gratis. Namun targetnya yang menjadi segmentasi utama adalah pelajar. Karna para pelajar berpeluang besar untuk menularkan virus literasi ini.
“Program Perpustakaan Jalanan ini akan kita coba intensifkan pertemuannya seminggu sekali. Dan lokasinya tidak hanya terfokus di Taman Digulis saja, tapi kita akan coba keliling di tempat-tempat yang memiliki keramaian, khususnya di taman-taman. Dan selanjutnya kita akan coba gelar saat Car Free Day, pada hari Minggu.” Ujar Dede.
“Kita juga membuka peluang untuk siapa saja yang ingin bergabung dan terlibat membantu. Kita sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut berkerjasama. Atau mungkin ada yang memiliki buku untuk dikontribusikan kita sambut baik itu. Atau bahkan sekedar menitipkan bukunya untuk di baca selama acara berlangsung saja juga tidak masalah.” Lanjutnya. (dd)
Ketua Umum PB PII Dilantik, Ini Saran PII Untuk Pemerintah
SUARAPELAJAR.COM, Jakarta – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII), baru saja melantik ketua umumnya yang terbaru. Adalah Husin Tasrik Nasution, Ketua Umum yang baru dilantik di Gedung Indosat Ooredoo Jl. Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, dia berpesan pada pemerintahan untuk terus memperbaiki dan memperhatikan problematika yang selalu ada di dunia pelajar.
“Melihat bagaimana problematika yg ada di kalangan pelajar, entah itu tawuran, narkoba dan pengaruh negatif dari gadget, nah itu yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah,” ungkapnya di Jakarta Pusat, Sabtu (05/08).
Bukan hanya Pemerintah, organisasi-organisasi yang turut berkonsentrasi untuk keberlangsungan pelajar di Indonesia hendaknya juga melakukan pembinaan kepada para pelajar agar tidak melenceng dan mendekati sisi negatif seperti tawuran.
“Pemerintah harus mendukung juga organisasi-organisasi untuk pembinaan, pemerintah pun punya kewajiban untuk memperhatikan kondisi pelajar generasi muda agar jauh dari problem itu,” ungkapnya.
Dihadiri 2 Menteri dan Ribuan Kader, PB PII Periode 2017-2020 Resmi Dilantik
JAKARTA – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) periode 2017-2020 dengan Ketua Umum Husin Tasrik Makrup Nasution, secara resmi dilantik. Pelantikan secara simbolis yang menggantikan periode kepemimpinan Munawar Khalil ini, dilakukan di Gedung Indosat, Jakarta, Sabtu (5/8/2017).
Ketua Umum PB PII, Husin Tasrik Makrup Nasution membacakan naskah pelantikan yang diikuti oleh 43 orang yang menjadi pengurus PB PII dibawah kepemimpinannya.
Pelantikan kali ini dihadiri oleh 2 menteri negara di era Presiden Jokowi, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof.Dr.Muhadjir Effendi, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.
Dalam sambutannya, Mendikbud mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengurusan baru PB PII. Muhadjir juga meminta agar PII bekerja keras dalam membangun pelajar melalui gerakan pengkaderan.
“Kembalilah PII ke sekolah lagi, dan kembalikan PII menjadi organisasi kader untuk membangun bangsa bersama-sama,” katanya.
Muhadjir menilai program-program kaderisasi PII bisa disinkronkan dengan kebijakan Pemerintah. Alasannya karena, Pemerintah hari ini sedang menggalakkan pendidikan karakter, dimana hal itu sejalan dengan cita-cita PII.
“Hari Sabtu dan Minggu bisa digunakan PII untuk membina pelajar. Dulu biasanya hari tersebut digunakan oleh organisasi tertentu untuk membina pelajar. Kegiatannya massif dan rapih tersistem, tapi karena sekarang organisasi itu sudah dibubarkan, kini menjadi peluang bagi PII menggantikan,” terang mantan Ketua KB-PII Jawa Timur itu.
Kemudian, Muhadjir mengimbau agar PII menjadi gerakan bernuansa Islam moderat. Tidak mempertentangkan ke-Islaman dan kebangsaan.
“PII harus berada dalam gerakan moderasi, membangun rasa kebangsaan dan ke-Islaman yang seimbang,” ucapnya.
Muhadjir juga menitipkan salam dari Presiden RI Joko Widodo. Jokowi rencananya akan hadir dalam pelantikan, namun diurungkan karena ada agenda yang lebih penting.
“Saya sebenarnya ada acara keluarga, namun karena diminta oleh beliau, saya tetap datang untuk menyampaikan permintaan maaf pak Jokowi yang tidak bisa hadir karena ada acara di Bogor,” pungkasnya.
Selain Mendikbud dan Menteri Agraria, pelantikan PB PII juga dihadiri oleh Mantan Menteri Fuad Bawazier, Ketua KEIN Sutrisno Bachir, Anggota DPR RI Ahmad Muzani, dan juga Ketum KB PII Nashrullah Larada.
Sekedar diketahui, pelantikan yang dihadiri ribuan pelajar dan mahasiswa dari 3 provinsi tersebut, yakni Jakarta, Banten dan Jawa Barat, dimeriahkan juga oleh pergelaran tarian, pencak silat, dan seni musik dari para pelajar. (*)
PB PII dukung pemerintah melalui gerakan literasi
SUARAPELAJAR – Pengurus Besar (PB) Pelajar Islam Indonesia (PII) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ketua Bidang Komunikasi Umat PB PII, Fajar Iman mengatakan, pihaknya mengundang Jokowi untuk menghadiri pelantikan pengurus baru PB PII pada 5 Agustus 2017 di Gedung Indosat.
“Insya Allah beliau akan hadir,” ujar Aris di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/8).
Kepada Jokowi, PB PII juga mengaku akan mengawal gerakan literasi pelajar di seluruh Indonesia. PII akan fokus pada penanaman nilai-nilai ke-Islaman dan nilai-nilai ke-Indonesiaan.
“Sudah selayaknya dan sepatutnya bahwa nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan tidak ada jurang pemisah. Tapi dia satu rel yang saling melengkapi satu sama lain,” sambungnya.
Fajar menambahkan, Indonesia merdeka berkat gerakan literasi. Tokoh Proklamasi Soekarno dan Mohammad Hatta berhasil membuka cakrawala berpikir rakyat pada masanya melalui literasi.
“Generasi Bung Karno bisa memerdekakan bangsa ini kenapa? Karena gerakan literasi. Study club, study club dibuat, kemudian juga pada saat itu Bung Karno telah mendapatkan teks-teks primer dari buku-buku yang bisa dicari perpustakaan-perpustakaan Eropa,” terangnya.
Kepala Negara menyambut baik dukungan PII mengawal gerakan literasi pelajar. Belakangan pemerintah menggratiskan pengiriman buku ke daerah-daerah guna mendukung gerakan literasi.
“Kita diminta (Presiden) untuk mengawal gerakan literasi termasuk mengevaluasi Kartu Indonesia Pintar,” ucap Sekretaris Jenderal PII Aris Darussalam. (kpp/sp)
Jokowi Minta PII Mengawal Literasi dan KIP
Luar Biasa. . . Anak Desa dari Penajam Ini Lolos Masuk Tim Paskibraka Nasional
![]() |
| Siswi SKOI Kaltim yang berhasil lolos menjadi Tim pengibar di Istana. |
SUARAPELAJAR.COM, PENAJAM – Satu lagi siswi asal Kaltim mengharumkan nama Benua Etam di kancah nasional.
Adalah Ferina Julia Syarif, siswi kelas 2 Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim berhasil lolos seleksi sebagai petugas Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara pada puncak HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.
Jumat (28/7/2017) kemarin, Tribun mengunjungi SKOI Kaltim untuk mencari tahu seperti apa sosok Ferina di sekolah.
Bagaimana bisa ia tembus mengalahkan ratusan siswa lainnya di Kaltim.
Saat ini Ferina Julia Syarif tengah menjalani karantina di Jakarta. Tribun hanya ditemui Kepala UPTD SKOI Agustiannur, Wakil Kepala SKOI Hendra Saputra, dan Eko Hariyono, pelatih judo yang sehari-hari ikut melatih Ferina.
“Ini pertama kalinya SKOI mengirimkan siswa ikuti seleksi menjadi petugas Paskibraka. Sebenarnya ada 3 siswa-siswi yang kami kirimkan. Dua berhasil tembus level pengibar provinsi, sementara Ferina lolos ke tingkat nasional,” ujar Agustiannur.
Meski sudah dinyatakan lulus, namun saat ini masih menunggu seleksi untuk masuk tim inti Merah Putih. Menurut Eko, Ferina sempat bimbang saat ia dinyatakan masuk tim pengibar Merah Putih.
“Ferina sendiri sempat bimbang. Ini karena Ferina itu juga salah satu atlet judo berprestasi di SKOI. Seyogyanya, ia ikut porprov, tetapi harus diurungkan dahulu, karena fokus ikut tahapan menjadi anggota Paskibraka,” katanya.
Ada banyak alasan Ferina bisa lolos mewakili Kaltim menjadi tim Paskibraka. Satu di antaranya, kemampuan Ferina menari tarian daerah, hingga hapal beberapa bahasa daerah.
“Dalam hal seni, ia termasuk siswi yang ulet dan ceria. Bahasa Kutai, Paser, ia pahami. Belum lagi kemampuannya menari daerah serta hapal lagu-lagu khas daerah Kaltim. Itu ia pelajari sendiri, dan dengan kemampuannya sendiri,” kata Hendra Saputra.
Tak hanya itu, masuknya Ferina dalam tim Paskibraka sebenarnya sudah diprediksi sejak dua tahun sebelumnya.
“Saat pertama kali ia masuk sekolah, fisiknya sudah mendukung. Ia tinggi, ditambah fisiknya kuat, karena atlet,” ujar Agustiannur.
Eko menambahkan, menjelang seleksi Paskibraka, Ferina rutin latihan fisik, seperti lari selama 2 jam setiap pagi.
Sore harinya, ia kembali latihan judo. Jadi, memang Ferina bisa terpilih bukan kebetulan.
Hal lain yang perlu diapresiasi menurut Agustiannur adalah status Ferina yang bukan dari kalangan berada, tetapi mampu menghasilkan prestasi.
“Ada yang bilang, Ferina lakukan aksi menyogok. Bagaimana bisa menyogok. Ia itu anak desa. Mau menyogok darimana? Justru harus kita banggakan, ada anak desa yang berprestasi nasional,” ujarnya.
Ajak Keluarga Nobar
Sri Ariyanti masih seperti mimpi mengetahui putrinya, Ferina Julia Syarif terpilih menjadi anggota Parkibraka yang akan bertugas di Istana Negara.
Sebelumnya sempat pulang ke Penajam, PPU setelah dinyatakan tidak lolos pada seleksi tahap pertama.
“Saya sempat tanya, kok bisa gitu Nak. Saya tidak percaya waktu ditelepon bahwa Ferina lolos seleksi untuk Paskibraka nasional. Saya tanya lagi kok bisa terpilih,” tutur Ari saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Gunung Steleng, Penajam.
Bahkan ia sempat meminta kepada anaknya mengirimkan foto-foto saat mengikuti seleksi.
Namun keyakinan itu muncul setelah melihat foto-foto saat Ferina mengikuti seleksi. Bukan hanya itu, ia juga meminta kronologi bagaimana ia bisa ikut kembali seleksi kedua.
Ferina menyampaikan bahwa dirinya dipanggil lagi untuk mengikuti seleksi ulang karena kuota tidak cukup.
Sebelumnya sempat sedih mendengar anaknya itu tidak lolos seleksi tahap pertama termasuk saat pulang ke Penajam.
Namun demikian, ia tetap menyempatkan menghibur anak pertama dari dua bersaudara itu untuk tetap bersabar.
“Saya sempat nangis waktu tahu tidak lolos,” ujarnya.
Ferina katanya, memang memiliki bakat selain bisa judo juga tari dan nyanyi. Bahkan sering tampil grup paduan suara waktu masih duduk di SMPN 22 Penajam.
Setelah anaknya lolos anggota Paskibraka, Sri mengaku sangat senang dan bangga. Keluarganya termasuk di Solo langsung memberikan ucapan selamat karena untuk lolos tingkat nasional sangat sulit dan persiangan sangat ketat.
Rencananya, saat upacara HUT Kemerdekaan 17 Agustus nanti akan mengadakan nonton bareng (nobar) bersama keluarga besarnya.
Sri juga berharap suaminya Syarifansyah bersama anaknya Defina serta neneknya Sri Sulasmi bisa diundang ke Istana Negara untuk menyaksikan langsung Ferina sebagai anggota Paskibraka. (*) (tribunkaltim)









